PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Perang Yom Kippur merupakan kelanjutan dari Perang yang terjadi pada tahun
1967 antara Arab dengan Israel yang juga didukung oleh negara-negara Arab
lainnya. Negara-negara Arab masih belum puas dengan kekalahan pada perang tahun
1976 yang dipimpin oleh tiga negara Mesir, Suriah, dan Yordania, akibat
kekalahan ini mereka mencoba untuk mencari strategi baru untuk menghancurkan
Israel dan merebut daerah klaim mereka (Daerah Sinai dan Dataran Tinggi Golan).
Kemarahan bangsa Arab kembali dibangkitkan dengan sikap Israel yang mengabaikan
resolusi 242 dari PBB yang berisi Israel harus keluar dari wilayah yang
didudukinya. Selanjutnya Israel pun menolak mengembalikan seluruh wilayah Arab
yang didudukinya sejak 1967 tetapi bermaksud mempertahankan beberapa daerah
yang dianggapnya vital bagi keamanannya. Perang Dingin yang terjadi pada waktu
itu turut mewarnai konflik ini dengan Amerika Serikat dan Uni Soviet berusaha
membantu sekutu-sekutu mereka. Mesir mengharapkan bantuan dari Uni Soviet dalam
usahanya menekan Amerika Serikat yang pada saat itu membantu Israel, tetapi Uni
Soviet tidak menginginkan adanya konfrontasi dengan Amerika Serikat. Sikap Uni
Soviet seperti ini membuat Sadat kecewa dan akhirnya mengusir 20.000 tentara
Soviet dari Mesir. Yang berujung pada kemenangan Israel pada Perang Enam Hari
tersebut, sehingga Israel berhasil mendapatkan wilayah baru termasuk Dataran
Tinggi Golan milik Suriah dan Semenanjung Sinai milik Mesir yang pada akhirnya
menjadi pemicu perang Yom Kippur.
(http://www.mediaindonesia.com/read/2009/10/10/98670/77/21/Awal-Perang-Yom-Kippur)
BAB II
PEMBAHASAN
Perang Yom Kippur adalah perang yang terjadi pada tahun 1973 antara Israel
melawan Mesir dan Suriah. Mesir dan Suriah berusaha merebut kembali wilayah
mereka yang hilang akibat kekalahan pada Perang Enam Hari melawan Israel pada
tahun 1967. Pada awal perang, pertahanan militer Israel tidak siap melawan
karena dilihat dari jumlah pun mereka kalah. Di dataran tinggi Golan, garis
pertahanan Israel yang hanya berjumlah 180 tank harus berhadapan dengn 1.400
tank Suriah. Sementara itu, di terusan Suez, kurang dari 500 prajurit Israel
berhadapan dengan 80 ribu prajurit Mesir.
Keadaan Saat Perang
Pada tanggal 6 Oktober
1973,
pada hari Yom Kippur,
hari raya Yahudi
yang paling besar, ketika orang-orang Israel sedang khusyuk merayakannya, yang
juga bertepatan dengan bulan Ramadan
bagi ummat Islam
sehingga dinamakan "Perang Ramadan
1973", Suriah,
Libya
dan Mesir
menyerbu Israel secara tiba-tiba. Di dataran tinggi Golan, garis
pertahanan Israel yang hanya berjumlah 180 tank harus
berhadapan dengan 1400 tank Suriah. Sedangkan di terusan Suez,
kurang dari 500 prajurit Israel berhadapan dengan 80.000 prajurit Mesir.
Mesir mengambil pelajaran
pada Perang Enam Hari
pada tahun 1967
tentang lemahnya pertahanan udara sehingga saat itu 3/4 kekuatan udara Mesir
hancur total sementara Suriah masih dapat memberikan perlawanan. Sadar bahwa
armada pesawat tempur Mesir masih banyak menggunakan teknologi lama
dibandingkan Israel, Mesir akhirnya menerapkan strategi payung udara dengan
menggunakan rudal dan meriam anti serangan udara bergerak yang jarak tembaknya
dipadukan. Angkatan udara Israel akhirnya kewalahan bahkan banyak yang menjadi
korban karena berusaha menembus "jaring-jaring"
pertahanan udara itu.
Pada permulaan perang,
Israel terpaksa menarik mundur pasukannya. Tetapi setelah memobilisasi tentara
cadangan, mereka bisa memukul tentara invasi sampai jauh di Mesir dan Suriah.
Israel berhasil "menjinakkan"
payung udara Mesir yang ternyata lambat dalam mengiringi gerak maju
pasukkannya, dengan langsung mengisi celah (gap) antara payung udara dengan pasukan yang sudah berada lebih
jauh di depan. Akibatnya beberapa divisi Mesir terjebak bahkan kehabisan
perbekalan. Sementara di front timur, Israel berhasil menahan serangan lapis
baja Suriah.
Melihat Mesir mengalami
kekalahan, Uni Soviet
tidak tinggal diam. Melihat tindakan Uni Soviet, Amerika Serikat segera
mempersiapkan kekuatannya. Kemudian, Raja Faisal bin Abdul Aziz dari Arab Saudi
mengumumkan pembatasan produksi minyak. Krisis energi muncul dan negara negara
industri kewalahan lantaran harga minyak dunia membumbung tinggi. Dua minggu
setelah perang dimulai, Dewan Keamanan
PBB
mengadakan rapat dan mengeluarkan resolusi 339 serta gencatan senjata dan
dengan ini mencegah kekalahan total Mesir.
Secara total 2.688 tentara
Israel tewas dan kurang lebih 7.000 orang cedera, 314 tentara Israel dijadikan
tawanan perang dan puluhan tentara Israel hilang (17 di antaranya bahkan sampai
tahun 2003 belum ditemukan). Tentara Israel kehilangan 102 pesawat tempur dan kurang lebih
800 tank. Di sisi Mesir dan Suriah 35.000 tentara tewas dan lebih dari 15.000
cedera. 8300 tentara ditawan. Angkatan Udara Mesir kehilangan 235 pesawat
tempur dan Suriah 135.
Strategi
dan Pengerahan Kekuatan
Dalam Menghadapi Tank- tank Israel, satu dari tiga tentara
Infanteri Mesir menyandang roket anti Tank, RPG atau Rudal Anti Tank yang sudah
dipandu laser, sager. Rudal anti pesawat tempur buatan Soviet, Sam, juga
digelar Mesir disepanjang perbatasan dan sewaktu- sewaktu bisa dipindahkan sesesuai dengan
kawasan yang telah diduduki. Posisi pasukan Mesir yang mengalir menuju terusan
Suez juga lebih menguntungkan karena berada di ketinggian sehingga bisa lebih
leluasa melancarka gempuran ke benteng Barlev Line. Tembakan gencar dari 1000
meriam artileri, ribuan mortir dan senjata antiTank dilepaskan. Dalam waktu 15
menit pertahanan Israel di Berlev Line yang tak siap menghadapi gempuran
dahsyat itupun goyah.
Gelombang
serangan pasukan Tank Mesir. Yang datang tiba – tiba itu membuat pasukan Tank
Israel kurabg siap dan mulai terdesak. Apalagi pasuka Mesir yang terus
mendesak. Maju sudah menemukan cara yang ampuh untuk meruntuhkan barikade
setinggi 18 meter yang dibangun Israel. Untuk menghancurkan barikade tembok
berpasir itu pasukan Zeni Mesir cukup mengerahkan kanon-kanon air bertekanan
tinggi diexport dari Jerman dan bukan dengan bahan peledak.
Setelah
barikade pasukan pasir hancur, pasukan Israel yang kocar-kacir akhirnya memilih
mengundurkan diri menuju Gurun Sinai. Benteng barlev line pun jatuh, Mesir yang
telah lama menunggu kesempatan merebut lagi Sinai segera meluncurkan Tank-Tank
Amfibi dan menyeberangkan ribuan pasukan ke seberang terusan Suez lalu terus
melaju ke gurun Sinai sehingga sejauh 15 km. Gerak maju pasukan Mesir 2nd
Infanteri Division dan 2nd Army sangat terbantu oleh kepiayawaian pasukan Zeni
Mesir yang akan membangun jembatan apung dalam 2 jam saja diatas perairan
terusan Suez. Lebih dari 1000 Tank dan 90.000 pasukan Mesir kini telah berada
di Gurun Sinai tinggal menunggu perintah untuk melaju ke Israel.
Gempuran
Mesir untuk menerobos teruasan Suez dan masuk ke Gurun yang sukses serta memicu
Euforia pasukan Mesir. Seperti para Jenderal Mesir. Sebenarnya telah
memperkirakan sebanyak 30.000 tentara Mesir akan tewas dalam upaya merebut
terusan Suez. Tetapi pada operasi 2 hari yang gemilang itu pasukan yang gugur
hanya 208 orang. Selain itu, pasukan Tank yang berada di terusan Suez
sebenarnya sudah melancarkan serangan balasan terhadap Tank-Tank dan Infanteri Mesir
yang terusbergerak maju. Tetapi berkat senjata anti Tank berkomando laser,
sager pasukan Mesir merontokan ratusan Tank Israel. Mendapat sergapan yang
mematikan itu, pasukan Tank Israel akhirnya memilih mundur. 2 hari pertama
dalang perang Yom Kippur, pasukan Mesir benar-benar telah meraih kemenangan
dengan gemilang.
Pada hari
ketiga 2 brigade Tank dan satu batalyon Infanteri Israel mencoba serangan
balasan. Tapi pasukan yang dipimpin oleh kolonel Adan itu terpaksa ditarik
mundur karena tak sanggup menghadapi rudal-rudal antiTank Gempuran Israel untuk
mengusir pasukan tank dan Infanteri Mesir di Sinai berlangsung 9-13 Oktober.
Tapi kali ini, pasukan Mesir yang dihadapi oleh Israel bukan pasukan lemah
seperti pada perang enam hari tahun 1967. Berkat senjata tempur canggih yang
disuplay Uni Soviet dan pasukan terlatih, pasukan Kavaleri dan Infanteri Israel
sempat dibikin babak belur. Kekuatan udara Israel yang biasanya merajai
pertempuran juga dibuat tak berkutik berkat kehadiran rudal-rudal Sam Mesir
yang digelar di Sinai.
Kekuatan
pasukan Mesir yang digelar di gunurun Sinai antara lain, 2nd Army (2nd, 16
tahun, 18 tahun Infanteri Division, 3rd, Mechanised division, 21st, armored
division, 1st independen Infantery Brigade ) dan 3rd army (7 tahun dan 19 tahun
infanteri division, 6th mechanised division, dan 4th armored division). Jika
dihitung, jumlah total pasukan yang dikerahkan 800.000 personal. Sedangkan
jumlah persenjataannya sekitar 2400 tank, 2400 kendaraan angkut, 1120 meriam
arteleri, 690 pesawat tempur, 161 helikopter, dan 104 kapal perang.
Israel
membalas, menyadarai bahwa pasukan Mesir telah menunggu perintah untuk
menggilas Israel, para petinggi Israel pun segera menyusun serangan balasan
secara maksimal dengan mengerahkan senua potensi yang ada. Semua pasukan
cadangan dipanggil dan unit-unit yang bertugas mengoperasikan rudal nuklir
disiagakan. Pemerintah Israel memang telah memutuakan untuk menggunakan rudal
nuklir jika pasukan Mesir sampai masuk ke pusat kota.
Operasi
militer Israel menghalau pasukan Mesir itu dikenal dengan nama Operation Valid.
Sesuai dengan strateginya pasukan Israel akan menghantam posisi pasukan Mesir
di gurun Sinai secara pararel, front selatan, tengah dan utara. Pasukan yang
dikerahikan adalah divisi lapis baja dan Infanteri. Divisi lapis baja Israel
akan bertarung langsung dengan divisi lapis baja Mesir. Sedangkan pasukan
Infanteri Israel akan bertugas secara khusus yakni menghancurkan unit- unit
peluncur rudal SAM dan menyerang Infanteri Mesir yang dipersanjatai RPG maupun
rudal Sangger.
Panglima
yang bertugas betanggung jawab untuk menghantam kekuatan pasukan Mesir di Sinai
adlah Mayor Jenderal Ariel Sharoon. Sementara jumlah total kekuatan pasukan
Israel mencakup 415.000 tentara, 1500 tank, 3000 kendaran angkut personel, 945
meriam arteleri, 561 pesawat tempur, 84 helikopter, dan 34 kapal perang. Semua
kekuatan itu tak hanya untuk menghadapi kekuatan tanyara Mesir tapi juga
Suriah.
Operation Valiant dilancarkan pada tanggal 15
oktober dinihari. Pasukan 143 armoured division yang dipimpin sendiri oleh
Jenderal Sharoon menggempur posisi oasukan Mesir yang berada di Front Utara.
Army Mesir segera menyambut gempuran lapis baja Israel sehingga terjadi duel
kavaleri yang sangat dahsyat. Divisi kavaleri Israel yang dipimpin oleh kolonel
Adan, 162 division, berhasil memukul mundur pasukan Mesir sehingga harus mundur
meenuju terusan Suez untuk selanjutnya terpaksa kabur ke Mesir.
Namun,
setelah berlangsung pertempuran 24 jam, hampir semua pertahanan Mesir dijebol
sehingga pasukan Israel makin mendekati terusan Suez. Tak berapa lama kemudian
pasukan Israel bahkan berhasil membangun jembatan ponton yang kemudian
digunakan pasukan Infanteri untuk menyebrang. Pasukan Infanteri yang telah
dibekali dengan rudal antiTank M72 LAW pun dengan leluasa menyergap Tank-tank
dan pangkalan rudal SAM Mesir. Jembatan ponton Israel diatas terusan Suez
dibangun malam harai r antara tanggal 16-17 Oktober. Begitu rampung jembatan
ponton dibuat ternyata bisa dilalui tank dan kendaraan berat lainnya.
Ketika
pangkalan rudal SAM dan Sangger serta unit-unit lainnya berhasil dighancurkan
oleh pasukan Infanteri, pasukan tank dan angkatan udara Israel bergerak maju
tanpa berhasil dibendung. Tank-tank Israel ini dengan leluasa menyeberangi
treusan Suez tanpa mendapat gangguan rudal lagi. Kondisi medan perang pun
berubah arah. Tank-tank Mesir yang sudah tidak mendapat perlindungan udara
menjadi bulan-bulanan pasukan pesawat tempur Israel. Jembatan terusan Suez yang
berada di sebelah utara Great Bitter Lake, possisi pasukan Israel benar-benar
di atas angin, divisi divisi kavaleri pasukan Israel terus bergerak maju
memasuki kawasan Mesir. Uni Soviet sebagai pemasuk utama senjat Mesir turut
berperang dan mengancam akan turun ke medan perang. Presiden Mesir Anwar Sadat
yang semula optimis bisa menaklukan Israel kini mengumpulkan semua Jenderal
untuk membahas situasi terakhir. Apalagi pada tanggal 22 Oktober pasukan
Kavaleri dan arteleri Israel sudah berada di sekitar 100 km dari Kairo.
BERSAMBUNG
FILE TERSUSUN RAPI FORMAT DOCX (bisa di edit)
silahkan sms langsung, file akan dikirim via email
TERIMAKASIH .............SEMOGA BERMANFAAT
silahkan sms langsung, file akan dikirim via email
TERIMAKASIH .............SEMOGA BERMANFAAT

No comments:
Post a Comment