ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA DI INDONESIA
1.Latar Belakang
Menurut R.Bintarto desa merupakan perwujudan geografis
yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomis politik,
kultural setempat dalam hubungan dan pengaruh timbal balik dengan daerah lain.
Sedangkan Kartohadikusumo yang mengatakan bahwa desa merupakan kesatuan hukum
tempat tinggal suatu masyarakat yang berhak menyelenggarakan rumah tangganya
sendiri merupakan pemerintahan terendah di bawah camat.
Sejauh ini administrasi pemerintahan desa telah
terselenggara cukup lama, namun hal ini masih kurang tertib administrasi serta
terdapat banyak kekurangan dalam kinerjanya. Hal ini dapat dilihat seperti
dalam pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), surat pengantar dan lain sebagainya yang
melibatkan peran pemerintah desa. Selama ini, masyarakat menganggap bahwa
administrasi hanya dihubungkan dengan Tata Usaha dan Keuangan, namun sebenarnya
administrasi tidak hanya mencakup mengenai hal itu saja melainkan segala hal
yang berkaitan dengan proses dan kegiatan pembangunan desa. Administrasi desa
dianggap penting karena merupakan suatu keharusan bagi pemerintah desa untuk mengetahui
pelayanan administrasi yang ada di desa, karena masih terdapat banyak
permasalahan di desa yang berkaitan dengan administrasi desa yang dilakukan
untuk memeberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
2. Pembahasan
2.1 Sistem Administrasi Masyarakat di Tingkat Desa
Syafiie (1997) mengemukakan bahwa desa merupakan suatu
wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat,
termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi
pemerintahan langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah
tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Perkembangan perkotaan, beberapa wilayah desa yang berada di perkotaan
dijadikan kelurahan, kepala kelurahan tidak dipilih, tidak dapat secara otonom
membuat keputusan sendiri, tidak dapat menetapkan Anggaran Penerimaan dan
Pengeluaran Keuangan Desa (APPKD) sendiri, sehingga tidak perlu dibentuk
Lembaga Musyawarah Desa (LMD).
Lurah sebagai kepala kelurahan diangkat diangkat secara
vertikal sebagai kepala wilayah dalam waktu yang tidak ditentukan, tetapi tetap
sebagai penyelenggara dan penanggung jawab pemerintahan, pembangunan, dan
kemasyarakatan di wilayahnya masing-masing. Keberadaannya diambil dari pegawai
negeri yang diangkat bupati/walikota madya ataupun walikota administratif.
Dengan demikian kelurahan dapat didefinisikan sebagai suatu wilayah yang
ditempati oleh sejumlah penduduk, yang mempunyai organisasi pemerintahan
terendah, langsung di bawah camat, tetapi tidak berhak menyelenggarakan rumah
tangganya sendiri.
Untuk membantu kepala desa dalam menjalankan hak,
wewenang, dan kewajiban selaku pimpinan pemerintahan desa, maka dibentuklah
Sekretariat Desa selaku unsur staf, dikepalai sekretaris desa yang membawahi
kepala-kepala urusan seperti:
1.) Kepala Urusan Administratif (TU).
2.) Kepala Urusan Keamanan.
3.) Kepala Urusan Ekonomi.
4.) Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat.
5.) Kepala Urusan Keuangan.
Apabila kepala desa berhalangan maka sekretaris desa
menjalankan tugas dan wewenang sehari-hari kepala desa. Sistem administrasi
masyarakat di tingkat desa di Indonesia sudah memiliki tata struktur yang baik
dari mulai adanya kepala desa sampai staf-staf pembantu kepala desa. Hampir di
seluruh desa dalam wilayah Indonesia menerapkan sistem pemerintahan desa yang
sama antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain, dan antara desa yang
satu dengan desa yang lain, sehingga tatanan pemerintahan di tingkat desa bisa
berjalan dengan baik dan tersistem.
2.2 Hak, Wewenang, dan Kewajiban Perangkat Desa
Perangkat desa merupakan seperangkat warga desa yang
bekerja di balai desa. Ada berbagai macam jabatan di dalam perangkat desa
yaitu; kepala desa, sekretaris desa, bendahara desa, Badan Permusyawaratan Desa
(BPD), ketua RT/RW, dan sebagainya.
1. Kepala Desa
1. Kepala Desa
Hak, wewenang, dan kewajiban kepala desa dibagi dua jenis
golongan besar yaitu hak, wewenang, dan kewajiban kepala desa di bidang
penyelenggaraan rumah tangga desa dan hak, wewenang, dan kewajiban kepala desa
di bidang tugas pembantuan.
A.
Hak, wewenang, dan kewajiban kepala desa di bidang penyelenggaraan rumah tangga
desa meliputi yaitu:
1.
Bidang pemerintahan
a.
Menetapkan keputusan desa bersama LMD.
b.
Menetapkan keputusan kepala desa.
c.
Membina LMD.
d. Melaksanakan Anggaran Penerimaan dan Pengeluaran Keuangan Desa
(APPKD).
e. Mengusulkan calon sekretaris desa.
f.
Mengusulkan calon kepala urusan.
g.
Membina perangkat desa.
h.
Menyelenggarakan rapat-rapat desa.
i.
Mengendalikan jumlah penduduk desa.
j.
Melayani tamu desa (pemerintah dan masyarakat).
k.
Membina RT dan RK.
l.
Pertanggung jawaban terhadap LMD.
m.
Mendata kekayaan desa.
n.
Mengawasi pertanahan desa (perkuburan, mutasi).
o. Berkonsultasi dengan bidangnya mengenai hal-hal teknis yang
menyangkut pembangunan dan pengembangan
desa.
2.
Bidang pembangunan
a.
Memelihara pekerjaan umum desa, misalnya:
- Jalan
- Jembatan
- Kegotongroyongan
- Pasar
- Air bersih
- Rumah ibadah dan lain-lain.
b.
Peningkatan tahap desa.
c.
Pembinaan rumah jompo dan yatim piatu.
d.
Membina partisipasi pembangunan LMD.
e.
Mebina kerukunan beragama.
f.
Peningkatan kecerdasan warga desa.
g.
Membina pengembangan berbagai kegiatan, misalnya:
- Pramuka
- Karang taruna
- PKK
- Majelis taklim dan lain-lain.
h.
Membina potensi ekonomi desa.
i.
Membina perkoperasian.
j.
Memonitor perkembangan harga.
k.
Menjaga kelancaran hasil produksi.
l.
Memanfaatkan sumber daya alam.
m.
Melestarikan lingkungan hidup serasi.
n.
Meningkatkan keterampilan warga desa, misalnya:
- Kelompok Tani
- Mitra Cai
- Kelompok Pendengar
- Perindustrian dan lain-lain.
o.
Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
B. Hak, wewenang, dan kewajiban kepala desa di bidang tugas pembantuan
meliputi yaitu:
1.
Bidang Pembantuan Program Pemerintah Pusat
a.
Pelaksanaan KB.
b.
Pelaksanaan Bimas.
c.
Pelaksanaan inpres SD dan madrasah.
d.
Pelaksanaan kesehatan.
e.
Pelaksanaan santunan fakir miskin.
f.
Pelaksanaan koperasi.
g.
Pelaksanaan Koran Masuk Desa.
h.
Pelaksanaan penghijauan.
i.
Pelaksanaan Inpres bantuan desa.
j.
Pelaksanaan bantuan presiden.
k.
Pelaksanaan MTQ.
l.
Pelaksanaan wajib belajar.
m.
Pelaksanaan transmigrasi.
n.
Pelaksanaan padat karya.
o.
Pelaksanaan pembinaan generasi muda.
p.
Pelaksanaan pembinaan peranan wanita.
q.
Pelaksanaan permukiman kembali.
2. Membina persatuan, kesatuan, dan kerukunan bangsa, misalnya kerukunan
umat beragama, meliputi:
a.
Umat beragama dengan pemerintah.
b.
Antar umat beragama (Islam, Kristen, Budha, Hindu).
c.
Sesama umat beragama dalam satu aqidah.
Untuk memperlancar jalannya pemerintahan desa dalam
setiap desa dibentuklah dusun yang dikepalai oleh kepala dusun sesuai dengan
pedoman yang ditetapkan Menteri Dalam Negeri. Jadi, kepala dusun adalah unsure
pelaksana tugas kepala desa dengan wilayah kerja tertentu. Sedangkan dalam
wilayah kelurahan dibentuk lingkungan yang dikepalai oleh kepala lingkungan
sebagai unsur pelaksana tugas kepala kelurahan (lurah) dengan wilayah kerja
tertentu pula.
2. Sekretaris Desa
Sekretaris desa bertugas membantu kepala desa di bidang
pembinaan administrasi dan memberikan pelayanan teknis administrasi kepala
seluruh perangkat desa. Pada umumnya, tugas sekretaris desa adalah menulis surat dan mengatur dan
menyimpan dokumen penting dari surat
yang dikeluarkan oleh kelurahan dan surat
yang diterima kelurahan atas persetujuan kepala desa. Sekretaris desa selalu
menggantikan posisi kepala desa secara sementara apabila kepala desa sedang ada
tugas keluar kota atau tuntutan yang lain yang mengharuskan kepala desa tidak
berada di tempat (kelurahan), sehingga kapan saja warga desa membutuhkan surat
atau keterangan apapun dari desa atau kelurahan setempat, bisa secara langsung
ditangani oleh sekretaris desa. Hal itu dapat disimpulkan bahwa dengan adanya
sekretaris desa, maka jalannya perangkat desa tetap berjalan dengan lancar
walaupun kepala desa sedang tidak ada ditempat (balai desa).
3. Bendahara desa
Bendahara desa diarahkan pada upaya mewujudkan
pengelolaan keuangan desa yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan serta
mengacu pada Pedoman Administrasi Keuangan Desa. Tugas dan wewenang bendahara
desa yaitu:
a.)
Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan pengelolaan keuangan desa yang meliputi
penerimaan, pengeluaran dan pembukuan
b.)
Mengeluarkan uang atas persetujuan Kepala Desa
c.)
Membagi tugas diantaraa wakil bendahara dan anggota pengurus bendahara lainnya.
d.) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh wakil bendahara
d.) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh wakil bendahara
e.)
Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada ketua/ wakil
ketua baik diminta maupun tidak diminta
f.)
Menyiapkan bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran yang sah sesuai dengan
ketentuan ysng berlaku. Untuk diverifikasi satu kali dalam satu tahun atau
sewaktu-waktu diperlukan.
4. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga
perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Anggota BPD
adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah.
BPD mempunyai tugas dan wewenang yaitu:
a.)
Membahas rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa
b.) Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan
Peraturan Desa dan Peraturan Kepala Desa
c.)
Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa
d.)
Membentuk panitia pemilihan Kepala Desa
e.) Menggali, menampung, menghimpun, merumuskan dan menyalurkan aspirasi
masyarakat
f.)
Member persetujuan pemberhentian/ pemberhentian sementara perangkat desa
g.)
Menyusun tata tertib BDP
BPD juga mempunyai hak yaitu:
a.)
Meminta keterangan kepada Pemerintah Desa
b.)
Menyatakan pendapat
Sedangkan anggota BPD mempunyai hak yaitu:
a.)
Mengajukan rancangan Peraturan Desa
b.)
Mengajukan pertanyaan
c.)
Menyampaikan usul dan pendapat
d.)
Memilih dan dipilih
e.)
Memperoleh tunjangan
5. Ketua RT dan RW
RT/RW mempunyai tugas membantu pemerintah desa dan lurah
dalam penyelenggaraan urusan Pemerintah. RT/RW dalam melaksanakan tugasnya
mempunyai fungsi yaitu:
a.)
Pendataan kependudukan dan pelayanan administrasi pemerintahan lainnya
b.)
Pemeliharaan keamanan, ketertiban dan kerukunan hidup antar warga
c.) Pembuatan gagasan dalam pelaksanaan pembangunan dengan mengembangkan
aspirasi dan swadaya murni masyarakat
d.) Penggerak swadaya gotomg royong dan partisipasi rakyat masyarakat di
wilayah lainnya.
2.2 Sumber Keuangan Desa
Penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah akan
terlaksana secara optimal apabila penyelenggaraan urusan pemerintahan diikuti
dengan pemberian sumber-sumber penerimaan yang cukup kepada daerah, dengan
mengacu kepada Undang-Undang yang mengatur Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, dimana besarnya disesuaikan dan
diselaraskan dengan pembagian kewenangan antara Pemerintah dan Daerah. Semua
sumber keuangan yang melekat pada setiap urusan pemerintah yang diserahkan
kepada daerah menjadi sumber keuangan daerah.
Daerah diberikan hak untuk mendapatkan sumber keuangan
yang antara lain berupa kepastian tersedianya pendanaan dari Pemerintah sesuai
dengan urusan pemerintah yang diserahkan. Kewenangan memungut dan
mendayagunakan pajak dan retribusi daerah dan hak untuk mendapatkan bagi hasil
dari sumber-sumber daya nasional yang berada di daerah dan dana perimbangan
lainnya. Hak untuk mengelola kekayaan daerah dan mendapatkan sumber-sumber
pendapatan lain yang sah serta sumber-sumber pembiayaan.
Dengan pengaturan tersebut, dalam hal ini pada
dasarnya pemerintah menerapkan prinsip uang mengikuti fungsi. Di dalam
Undang-Undang yang mengatur Keuangan Negara, terdapat penegasan di bidang
pengelolaan keuangan, yaitu bahwa kekuasaan pengelolaan keuangan negara adalah
sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan, dan kekuasaan pengelolaan keuangan
negara dari presiden BERSAMBUNG
FILE TERSUSUN RAPI FORMAT DOCX (bisa di edit)
silahkan sms langsung, file akan dikirim via email
TERIMAKASIH .............SEMOGA BERMANFAAT
silahkan sms langsung, file akan dikirim via email
TERIMAKASIH .............SEMOGA BERMANFAAT

No comments:
Post a Comment