Pengembangan Keterampilan Advokasi
Pengantar
Advokasi merupakan salah satu bentuk
komunikasi persuasif, yang bertujuan untuk mempengaruhi pemangku kepentingan
dalam pengambilan kebijakan atau keputusan. Proses advokasi ini sangat penting
bagi para peneliti dalam mengkomunikasikan hasil kajian dan isu-isu penting,
dilakukan dengan perencanaan strategis dengan target utama adalah pengambil
kebijakan dan korporasi.
Advokasi bukan revolusi, namun lebih
merupakan suatu usaha perubahan sosial melalui semua saluran dan piranti
demokrasi perwakilan, proses-proses politik dan legislasi yang terdapat dalam
sistem yang berlaku. Keberhasilannya diperoleh bila proses dilakukan secara
sistematis, terstruktur, terencana dan bertahap dengan tujuan yang jelas, untuk
mempengaruhi perubahan kebijakan agar menjadi lebih baik.
Keterampilan advokasi merupakan sebuah
ilmu dan seni, yang tentunya sangat dipengaruhi oleh kemampuan berkomunikasi
tim peneliti. Peningkatan keterampilan komunikasi dapat membantu tim untuk
meningkatkan kinerja, khususnya dalam melakukan advokasi.
Dalam modul ini dibahas
penyelenggaraan advokasi yang direncanakan dan dilakukan dengan strategi yang
tepat antara lain dengan menetapkan tujuan, fungsi dan monitoring, menentukan
siapa yang akan melaksanakan, serta perlunya melakukan mengembangkan jaringan
untuk melakukan advokasi.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini, peserta
diharapkan dapat lebih memahami keterampilan advokasi yang diperlukan dalam
penyampaian hasil penelitian kepada pemangku kepentingan dan pengambil
keputusan.
Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah mempelajrai modul ini, peserta akan:
- Memahami langkah-langkah kegiatan advokasi
- Memahami keuntungan dari jaringan (networking) dalam kegiatan advokasi
- Mampu mengidentifikasi jenis kebijakan dan keterampilan advokasi yang mendukung
1. Kerangka Kerja Advokasi
- Perencanaan
Bagian terpenting dari advokasi adalah aspek
perencanaannya. Sebuah perencanaan lengkap yang kita sebut sebagai kerangka
kerja (framework) advokasi yang mancakup hasil analisis kasus sesuai
isu, aktivitas, dan situasi yang mempunyai peran dalam suatu advokasi. Kerangka
kerja ini sangat diperlukan mengingat advokasi merupakan jalinan interaksi dari
berbagai pihak, aktivitas dan situasi. Kerangka kerja advokasi terdiri dari
beberapa kegiatan, yaitu:
- Identifikasi dan memahami masalah, yang akan diangkat menjadi isu strategis. Kriteria penentuan isu strategis meliputi:
- masalah yang paling prioritas dirasakan oleh stakeholder lokal dan mendapat perhatian publik dikaitkan dengan hasil penelitian,
- masalahnya mendesak (aktual) dan sangat penting untuk diberi perhatian segera, jika tidak diatasi akan segera berakibat fatal di masa depan,
- relevan dengan masalah-masalah nyata dan aktual yang dihadapi oleh masyarakat (sedang hangat atau sedang menjadi perhatian masyarakat).
Daftar
tolok ukur analisa isu strategis:
- Aktual : apakah isu ini sedang jadi pusat perhatian?
- Urgensi : apakah isu ini mendesak?
- Relevansi : apakah isu ini sesuai kebutuhan?
- Dampak positif : apakah isu ini sesuai dengan visi & misi kita?
- Kesesuaian: dapatkah konstituen kita berpartisipasi dalam isu ini?
- Sensitivitas: apakah isu ini aman dari dampak
sampingan?
- Pemanfaatan data sebagai bahan advokasi
Dalam
tahap ini dilakukan pula pengumpulan dan analisis data untuk dapat
mengidentifikasi dan memilih masalah serta dikembangkan dalam tujuan advokasi,
membuat pesan, memperluas basis dukungan dan mempengaruhi pembuat kebijakan.
Data hasil riset akademik yang dilakukan mendukung pelaksanaan kegiatan
advokasi, terutama untuk memperoleh gambaran umum tentang situasi problematik,
keadaan sarana prasarana, dan kebijakan yang berlaku termasuk kebijakan
anggaran. Kegaitan advokasi juga ditunjang oleh pakar secara akademis sehingga
menghasilkan daya dorong kuat karena akan bersifat mendesak kepada stakeholder
(isunya terbukti merupakan kepentingan publik) sekaligus sahih secara ilmiah.
- Tentukan tujuan advokasi
Penentuan
tujuan diharapkan fokus pada satu tujuan kunci, yang merupakan pernyataan apa
saja harapan yang ingin dicapai dengan melakukan advokasi, baik dalam hal
kebutuhan-kebutuhan kepada pembuat kebijakan maupun hasil-hasil jangka
menengah. Tujuan merupakan penyataan umum tentang apa yang diharapkan dan akan
dicapai dalam jangka panjang (tiga sampai lima tahun), disusun dengan prinsip SMART:
Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound
4.
Identifikasi target audiens
Penentuan
ini juga berkaitan dengan permasalahan yang ingin diatasi oleh komunikator melalui
advokasi. Target audiens atau komunikan bisa merupakan kelompok-kelompok yang
mewakili masyarakat umum ataupun yang mewakili pemuka masyarakat atau pengambil
kebijakan.
Siapa aktor kunci potensial, kita perlu melakukan analisis kepentingan mereka dan tingkat pengaruhnya. Sehingga menghasilkan matriks siapa-siapa yang mendukung, dapat diyakinkan, mungkin akan menentang, dan harus dinetralkan.
Siapa aktor kunci potensial, kita perlu melakukan analisis kepentingan mereka dan tingkat pengaruhnya. Sehingga menghasilkan matriks siapa-siapa yang mendukung, dapat diyakinkan, mungkin akan menentang, dan harus dinetralkan.
- Analisis SWOT
Metode
perencanaan strategi menggunakan analisis SWOT: Strengths,
Weaknesses, Opportunities, Threats yang dirancang
untuk membantu mengidentifikasi kekuatan internal, kelemahan organisasi atau
kelompok dalam hubungannya dengan peluang dan ancaman yang ditemui dalam
pelaksanaan kerja.
- Identifikasi peluang kerjasama :
Organisasi
/ grup yang dapat menjadi patner:
- Institusi/organisasi atau individu yang memiliki komitmen terhadap tujuan yang sama
- Pengalaman dalam hal komunikasi (communication specialist)
Peluang
kerjasama ini dimaksudkan untuk membangun konstituen dalam hal mendukung
keberhasilan advokasi. Semakin besar basis dukungan, semakin besar peluang
keberhasilan. Kita perlu membangun aliansi dengan berbagai kelompok dan
memanfaatkan berbagai media, antara lain membangun jejaring dengan organisasi
melalui kegiatan-kegiatan bersama, pertemuan publik, media-media sosial, serta
menggunakan jaringan berbasis internet.
- Agenda/aktivitas advokasi dan mengumpulkan/menyusun dokumen rencana strategi
Penyusunan
agenda kegiatan secara detail, terdiri:
- Rencana implementasi : tujuan yang akan dicapai per kegiatan, waktu pelaksanakan, melakukan apa oleh siapa, serta informasi yang mendukung
- Mengembangkan pesan dan memilih saluran komunikasi
- Anggaran kegiatan, sumber daya diperlukan untuk pengembangan dan penyebaran materi, perjalanan anggota tim peneliti untuk bertemu dengan pembuat keputusan dan menghasilkan dukungan, biaya komunikasi, dan keperluan logistik lainnya.
BERSAMBUNG
FILE TERSUSUN RAPI FORMAT DOCX (bisa di edit)
silahkan sms langsung, file akan dikirim via email
TERIMAKASIH .............SEMOGA BERMANFAAT
silahkan sms langsung, file akan dikirim via email
TERIMAKASIH .............SEMOGA BERMANFAAT

No comments:
Post a Comment